BENGKULU.WAHANANEWS.CO, New York - 11 Desember bukan hanya tanggal biasa. Di hari ini, ada beberapa peringatan dan momentum penting dari sejarah lokal di Indonesia, sampai peringatan global yang relevan bagi banyak orang. Berikut beberapa yang paling menonjol:
Hari Rempah Nasional
Baca Juga:
Comeback Desember fromis_9 Jadi Hadiah Spesial untuk Penggemar di Akhir Tahun
Setiap 11 Desember diperingati sebagai Hari Rempah Nasional. Peringatan ini diangkat untuk mengenang peristiwa bersejarah pada 11 Desember 1521, ketika 27,3 ton cengkeh diekspor dari Tidore -menandai peran penting rempah-rempah Indonesia dalam jalur perdagangan global.
Melalui rempah, Indonesia pernah menjadi pusat perhatian dunia dan Hari Rempah Nasional adalah bentuk pengakuan terhadap warisan itu.
Hari Gunung Internasional (International Mountain Day)
Peringatan global ini jatuh setiap 11 Desember sejak diputuskan oleh United Nations (PBB) pada 2003. Tujuan utamanya: meningkatkan kesadaran akan pentingnya gunung dan pegunungan - sebagai sumber air, keanekaragaman hayati, serta penyangga kehidupan manusia dan alam.
Bagi Indonesia - negeri yang memiliki banyak gunung dan pegunungan - Hari Gunung Internasional bisa jadi momentum refleksi penting: menjaga alam, konservasi lingkungan, dan menghormati kekayaan alam sebagai bagian dari identitas nasional.
Baca Juga:
Musim Kedua ‘Percy Jackson’ Tayang Desember, Dua Karakter Baru Diperkenalkan
Hari Ulang Tahun Pendirian UNICEF (UNICEF Day)
11 Desember juga diperingati sebagai hari berdirinya UNICEF, organisasi kemanusiaan global yang fokus pada perlindungan anak - didirikan pada 1946.
Hari ini menjadi pengingat global akan pentingnya upaya perlindungan, kesejahteraan, dan hak-hak anak di seluruh dunia.
Hari Jadi Kabupaten Blora
Bagi masyarakat Kabupaten Blora di Jawa Tengah, 11 Desember punya makna khusus sebagai hari jadi kabupaten. Sejak 11 Desember 1749, Blora mendapat status kabupaten - peringatan yang terus dijaga sampai sekarang.
Konon, asal nama “Blora” diyakini punya akar sejarah tersendiri, dan peringatan hari jadi ini menjadi bagian penting dari identitas dan kebanggaan lokal.
Hari Peringatan Pembantaian Rakyat Sulawesi
Korban 40.000 Jiwa di Sulawesi Selatan diperingati setiap 11 Desember. Peringatan ini untuk mengenang pembantaian yang dilakukan pasukan Belanda pimpinan Raymond Westerling yang menewaskan hingga 40.000 jiwa warga Sulsel pada masa perjuangan kemerdekaan.
Kenapa 11 Desember Layak Dikenang?
-Layak karena berhubungan dengan eberagaman makna dari sejarah lokal (kota/kabupaten), warisan budaya & ekonomi (rempah), hingga isu kemanusiaan global (anak, konservasi alam).
-Memiliki relevansi terhadap banyak kalangan: masyarakat umum, pecinta alam, aktivis lingkungan, komunitas sejarah & kebudayaan, hingga warga Blora.
- Momentum refleksi & aksi, bukan hanya peringatan simbolis, tapi bisa jadi panggilan untuk peduli: terhadap alam, hak anak, sejarah lokal, dan nilai sejarah Indonesia di panggung dunia.
Untuk Warga & Pembaca: Bagaimana Memperingati 11 Desember?
Misalnya:
Bagi yang peduli lingkungan: bisa memeringati Hari Gunung Internasional dengan aksi nyepi sampah, kampanye konservasi, atau kunjungan ke gunung dengan prinsip “leave no trace”.
Pecinta sejarah & budaya: menggunakan Hari Rempah Nasional untuk mengangkat cerita rempah-rempah Indonesia di blog, media sosial, atau diskusi komunitas. Selain itu, jasa pahlawan dan rakyat Sulawesi dalam menentang penjajahan oleh Belanda menjadi simbol kebangkitan nasionalisme anak Bangsa.
Warga Blora: Melakukan perayaan lokal untuk merayakan Hari Jadi Blora, mengenang sejarah dan identitas daerah.
Publik luas: bisa memperingati Hari Ulang Tahun UNICEF dengan cara berbagi informasi, donasi, atau kampanye untuk hak & kesejahteraan anak.
[Redaktur: Ramadhan HS]