BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Bengkulu Utara - Kasus asusila di Bengkulu Utara kembali mengkhawatirkan. Hingga awal Desember, tercatat 41 perempuan dan anak menjadi korban, menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bengkulu Utara.
Kepala Dinas PPPA Bengkulu Utara, Solita Meida, menyebut sebagian besar korban masih di bawah umur. Karena itu pendampingan menjadi fokus utama, terutama untuk pemulihan kondisi psikologis anak yang rentan mengalami trauma.
Baca Juga:
5 Pelayan Cafe yang Terjaring Razia Satpol PP Tapteng Diduga Korban Perdagangan
“Kita bukan hanya melakukan pendataan, namun juga bekerja sama dengan kepolisian dalam rangka pendampingan para korban terutama anak,” ujarnya.
Dari total jumlah itu, terdapat tiga korban yang mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Dinas PPPA memastikan setiap korban mendapatkan layanan sesuai kebutuhan, termasuk pendampingan intensif oleh psikolog bila diperlukan.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sosial untuk menangani dampak sosial dan psikologis, sekaligus menentukan langkah pemulihan yang tepat bagi korban.
Baca Juga:
Grup FB ‘Cinta Sedarah’ Berubah Jadi ‘Suka Duka’, Adminnya Ditangkap
“Yang terpenting saat anak menjadi korban adalah bagaimana pemulihan dilakukan agar dampak kejadian tidak mempengaruhi psikis anak,” lanjut Solita.
Selain penanganan, upaya pencegahan terus digencarkan. Pemerintah desa diminta aktif melakukan penyuluhan kepada orang tua dan anak untuk menekan kasus kekerasan fisik, psikis, maupun seksual.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting dan itu yang saat ini terus kita bangun dalam melakukan pencegahan,” pungkasnya.
{Redaktur: Ramadhan HS}