BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Rejang Lebong - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, meminta masyarakat di 15 kecamatan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Rejang Lebong M Budianto saat dihubungi di Rejang Lebong, Kamis (7/5/2026), mengatakan kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif, ditandai dengan panas terik yang secara tiba-tiba berubah menjadi hujan deras.
Baca Juga:
BPBD Kotim Prioritaskan Teluk Sampit untuk Mitigasi Karhutla karena Kerawanan Tinggi
"Saat ini masih dalam kondisi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk mewaspadai dampaknya karena cuaca panas bisa tiba-tiba berubah menjadi hujan deras dengan intensitas tinggi," kata dia.
Dia menjelaskan, fenomena cuaca ekstrem ini turut dipengaruhi oleh dampak El NiƱo yang memicu pola cuaca tidak menentu. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir akibat hujan lebat berdurasi lama, angin kencang, hingga suhu panas yang menyengat.
Menurut dia, masyarakat perlu menyadari bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa mengenal waktu, terutama saat pola cuaca berubah dalam waktu singkat.
Baca Juga:
Evakuasi Penemuan Mayat di Aliran Sungai Lae Soraya Diduga Korban Hanyut dari Desa Suka Maju
"Masyarakat dihadapkan pada perubahan pola cuaca yang cepat. Oleh karena itu, kewaspadaan diri harus ditingkatkan," terangnya.
Pihaknya, kata dia, telah menyampaikan peringatan dini kepada pihak pemerintah kecamatan di seluruh wilayah tersebut. Potensi bencana yang patut diwaspadai meliputi banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Selain kepada warga setempat, BPBD juga memberikan imbauan khusus bagi para pengguna jalan dan pemudik yang melintasi wilayah Rejang Lebong. Terdapat sejumlah titik rawan longsor yang perlu diantisipasi, khususnya di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumatera Selatan.