"Kerja sama bisnis juga dilakukan pada pengembangan transmisi dalam upaya mendukung interkoneksi antar pulau, pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB)," ungkap dia.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Menurut Darmawan, studi ini dapat memberikan manfaat bagi operasi sistem ketenagalistrikan yang dijalankan oleh PLN diantaranya efisiensi, penurunan biaya pokok penyediaan (BPP), mempercepat program dedieselisasi, meningkatkan penetrasi energi terbarukan, serta mengurangi beban belanja modal ( capital expenditure/Capex) PLN, pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
"PLN dan Sumitomo akan melakukan kajian bersama atas pengembangan bisnis pembangkit listrik EBT dan transmisi. Masa berlaku kerja sama ini selama 2 tahun sejak penandatanganan nota kesepahaman dilakukan," tuturnya.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Kembangkan Hidrogen
Untuk mengakselerasi penggunaan sumber energi baru, Darmawan menjelaskan, PLN bersama dengan Medco Energi Internasional sepakat melakukan studi yang mencakup pengembangan Hidrogen atau Ammonia sebagai sumber energi, pengembangan Carbon Captured Utilization and Storage (CCUS) / Carbon Captured Storage (CCS).