BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu – Filsafat bukan bacaan ringan. Ia tidak selalu ramah, sering melelahkan, kadang terasa berputar-putar, bahkan membuat pembacanya gelisah. Namun justru di situlah filsafat menjadi penting. Ia memaksa kita berhenti sejenak dari arus cepat dunia, untuk bertanya, meragukan, dan menimbang kembali apa yang selama ini kita anggap benar.
Sejak 1 Januari 2026, melalui rubrik “Catatan Filsafat bersama Ramadhan HS”, setiap hari pukul 00.00 akan terbit satu tulisan filsafat - pendek atau panjang- sebagai ajakan berpikir di tengah zaman yang semakin bising oleh opini instan, klaim kebenaran tunggal, dan logika yang kerap dikorbankan demi emosi.
Baca Juga:
Tradisi Filsafat Timur dan Barat
Serial ini tidak menjanjikan kenyamanan. Ia tidak selalu menawarkan jawaban. Tetapi ia berusaha jujur dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar: tentang Tuhan, iman, kekuasaan, hukum, sejarah, manusia, dan kontradiksi-kontradiksi yang menyertainya.
Mengapa Filsafat?
Karena dunia modern terlalu sering berlari tanpa berpikir.
Karena agama kerap dibela tanpa dipahami.
Karena hukum sering ditegakkan tanpa keadilan.
Dan karena logika semakin jarang dipakai di ruang publik.
Baca Juga:
Dialektika: Dari Socrates hingga Hegel
Filsafat memang berat.
Namun ketidakterbiasaan berpikir jauh lebih berbahaya.
Siapa Ramadhan?
Ramadhan HS adalah nama pena seorang penulis Kompasiana sejak awal 2019, dengan lebih dari 200 karya yang membahas isu agama, hukum, sosial, politik, serta logika publik. Pada tahun yang sama, ia meraih K-Rewards selama tiga bulan berturut-turut - bahkan pada bulan pertama menulis selalu headline, viral dan berada di pisisi puncak harian selama sebulan penuh - sebuah pengakuan atas konsistensi dan kualitas gagasan di tengah ratusan ribu penulis aktif disana.