Contoh sederhana ini tampak remeh, tetapi di sinilah logika bekerja: kebenaran kesimpulan tidak tergantung siapa yang bicara, tetapi pada struktur argumen. Premis yang benar pasti akan menghasilkan kesimpulan yang benar pula.
Tanpa silogisme, diskusi akan selalu berakhir pada "katanya", "menurut saya", atau "percaya saja" dan berakhir pada subjektifitas semata tanpa melalui proses uji logika.
Baca Juga:
Tradisi Filsafat Timur dan Barat
Enam Bentuk Silogisme Penting (Dengan Contoh)
Selain bentuk klasik, ada variasi silogisme yang sering digunakan dalam filsafat, debat, dan kehidupan sehari-hari.
Silogisme Kategoris (Paling Dasar)
Baca Juga:
Dialektika: Dari Socrates hingga Hegel
Semua nabi membawa risalah.
Musa adalah nabi.
Jadi, Musa membawa risalah.