BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu - Berdasarkan data prakiraan cuaca dari institusi resmi, sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu diprediksi mengalami variasi cuaca dalam delapan hari ke depan. Warga dihimbau menyiapkan diri menghadapi hujan ringan hingga awan mendung yang bisa bergeser sewaktu-waktu, terkhusus hari ini, Minggu (7/12/2025).
Untuk Kabupaten Bengkulu Selatan, cuaca diperkirakan hujan ringan selama tiga hari awal (Minggu–Selasa), dengan suhu berkisar antara 22–32 °C dan kelembapan tinggi (74–97%). Memasuki Rabu hingga Minggu, langit cenderung berawan; suhu berkisar 21–29 °C, dengan kelembapan tetap tinggi hingga mendekati malam hari.
Baca Juga:
Akses Jalan Lintas Barat Sumatera di Bengkulu Ditutup Terendam Banjir 50 Cm
Sementara di Rejang Lebong, wilayah pegunungan di tengah provinsi, hujan ringan dan badai disertai petir diperkirakan terjadi pada awal minggu - potensi hujan ringan berlangsung hingga minggu berikutnya. Suhu berkisar 18–30 °C, dengan kelembapan 79–98%.
Di pesisir utara seperti di Kabupaten Bengkulu Utara, awal pekan diprediksi hujan ringan diselingi hujan petir - terutama pada Senin dan Selasa - sebelum berangsur berawan di pertengahan dan akhir pekan, dengan suhu 22–32 °C dan kelembapan 75–98%.
Daerah lain seperti Kaur, Seluma, Muko Muko, Lebong, Kepahiang, dan Bengkulu Tengah juga menunjukkan pola serupa: hujan ringan atau petir pada hari-hari tertentu, sementara hari lain diperkirakan berawan. Intensitas hujan dan kelembapan yang tinggi dapat berdampak pada aktivitas harian, terutama transportasi, pertanian, dan perkebunan.
Baca Juga:
BMKG Bengkulu: Waspada Cuaca Ekstrem Di Rentang Tanggal 26-28 Desember 2025
Imbauan untuk Warga
Waspadai hujan ringan hingga petir - terutama pada hari awal pekan - jika Anda beraktivitas di luar ruang.
Pastikan drainase rumah dan daerah sekitar bersih, mengingat kelembapan udara tinggi dan potensi hujan terus berlangsung.
Bagi nelayan atau pelaku aktivitas laut/pesisir: perhatikan prakiraan cuaca harian sebelum melaut agar terhindar dari gelombang tinggi atau angin kencang.
Petani dan peternak dianjurkan lebih berhati-hati dalam masa hujan: tanah basah dan curah hujan tinggi bisa mempengaruhi tanam-tumbuhan dan mobilitas ternak.
{Redaktur: Ramadhan HS}