Nita, istri salah satu satpam, mengungkapkan bahwa suaminya menjalankan tugas pengamanan saat seorang pria tiba-tiba datang membawa parang panjang sekitar 50 cm.
“Suami saya hanya bekerja menjaga pintu. Tapi seseorang datang bawa parang dan langsung mengayunkannya. Tentu suami saya berusaha mengamankan situasi,” ujar Nita saat ditemui, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga:
Dari Menantu Glamor Jadi Otak Pembunuhan di Pekanbaru, Kisah Anisa Bikin Merinding
Menurutnya, keluarga merasa keberatan jika satpam dianggap sepenuhnya bersalah tanpa mempertimbangkan ancaman nyata yang terjadi saat itu.
Dua Versi Berbeda, Polisi Lakukan Pendalaman
Dengan adanya laporan balik, kini terdapat dua versi yang bertolak belakang:
Baca Juga:
Waspada, Ini Ciri-ciri Ayah Toxic yang Bisa Merusak Mental Anak
Versi korban: dirinya dikeroyok oleh lima pegawai hingga luka berat.
Versi keluarga satpam: korban lebih dulu menyerang dengan parang dan membahayakan nyawa petugas.
Pihak Polresta Bengkulu menyatakan akan mendalami laporan baru tersebut untuk memastikan urutan kejadian secara objektif. Barang bukti berupa parang, rompi hitam, dan celana jeans bernoda darah telah diamankan sejak awal penyidikan.