BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu – Suasana malam di RT 10 Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, mendadak gempar akibat peristiwa penggerebekan oleh istri sah terhadap suami dan selingkuhannya di sebuah kosan kelurahan Bumi Ayu, Kamis (15/1/2026).
Keributan bermula ketika sang istri datang ke lokasi bersama anaknya, diduga karena mencurigai keberadaan suaminya di dalam kamar kos tersebut. Saat pintu kamar dibuka, adu mulut tak terhindarkan dan langsung menyedot perhatian warga sekitar. Sejumlah penghuni kos dan warga pun berkerumun di depan bangunan untuk menyaksikan kejadian itu.
Baca Juga:
Jaksa Agung Mutasi 73 Pejabat, di Antaranya 17 Kajati
Isu yang beredar di tengah warga menyebutkan, perempuan yang digerebek berinisial Nd diduga merupakan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara pria berinisial Hr yang berada bersamanya disebut-sebut sebagai oknum pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma.
“Katanya pria itu pejabat di Dinkes Seluma, dan perempuan yang bersamanya adalah stafnya. Informasi itu cepat menyebar di warga,” ujar seorang saksi di lokasi yang enggan disebutkan namanya kepada Radar Seluma.
Situasi kian panas setelah diketahui bahwa perempuan tersebut juga telah berstatus menikah. Dugaan hubungan terlarang pun semakin kuat, terlebih kamar kos itu diduga sengaja digunakan sebagai tempat pertemuan rahasia. Beberapa warga bahkan menyebut, saat digerebek keduanya tidak dalam kondisi berpakaian lengkap.
Baca Juga:
Lantik 43 Pejabat Pemkab Nias Barat, Bupati Eliyunus Waruwu: Jangan Sibuk Cari Muka
Karena dikhawatirkan memicu keributan lebih besar, salah seorang warga melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian. Personel Polsek Selebar segera datang untuk mengamankan keadaan dan membawa seluruh pihak yang terlibat ke kantor polisi guna dimintai keterangan.
Hingga saat ini, polisi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil pemeriksaan maupun status hukum para pihak yang diduga terlibat.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Erlan Suadi, SP, MAP, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai dugaan keterlibatan pejabat maupun tenaga PPPK dari instansinya. Meski begitu, ia memastikan akan menelusuri informasi yang beredar.