BENGKULU.WAHANANEWS.CO - Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis perekonomian daerah tetap tumbuh sebesar 4,82 persen meskipun menghadapi tekanan geopolitik global.
“Kami berharap, meskipun situasi global di Timur Tengah memberikan pengaruh, hal itu tidak terlalu memengaruhi Bengkulu,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bengkulu, RA Denni, di Bengkulu, Kamis (9/4/2026).
Baca Juga:
Trump Ngamuk ke CNN, Tolak Keras Narasi Iran Menang Perang
Ia mengatakan saat ini dari konflik tersebut sudah ada gencatan senjata sehingga pihak Pemprov Bengkulu berharap hal tersebut bersifat permanen, sehingga dampak ekonomi global tidak sampai mempengaruhi perekonomian Bumi Merah Putih.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan langkah pencegahan terhadap tekanan ekonomi.
Ia menyebutkan upaya itu antara lain dengan mengoptimalkan penyediaan swasembada pangan melalui pencetakan lahan baru, program Sahesade (satu hektare satu desa) untuk lahan pertanian seperti jagung, serta pemberian stimulus pertanian.
Baca Juga:
Dua Jet Tempur AS Dijatuhkan Iran, Teknologi Senyap EO/IR Bongkar Celah Pertahanan Modern
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga berupaya memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pangan di tingkat masyarakat. Inflasi yang terkendali, menurut dia, akan memberikan iklim positif bagi perekonomian serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi baru.
“Stabilitas ekonomi daerah tercermin dari inflasi Bengkulu yang tetap terkendali pada level 2,7 persen secara tahunan pada 2025,” katanya.
RA Denni menjelaskan, perekonomian Bengkulu pada 2025 tumbuh sebesar 4,82 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan dengan 2024 yang sebesar 4,62 persen (year on year/yoy). Capaian tersebut mendekati rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatra dan relatif sejalan dengan pertumbuhan nasional.
Menurut dia, sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit dan kopi, bersama sektor perikanan serta perdagangan, masih menjadi penopang utama perekonomian Bengkulu.
Pemerintah daerah juga terus mendorong program strategis, seperti ketahanan pangan, cetak sawah, pengembangan kopi, penguatan UMKM, hingga optimalisasi distribusi antarwilayah.
Sementara itu, pengendalian inflasi yang tetap terjaga menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi daerah.
[Redaktur: Amanda Zubehor]