BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu menekankan pentingnya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca di sektor kehutanan serta penggunaan lahan.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga hutan, karena hutan adalah sumber kehidupan," kata Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Haryadi di Bengkulu, Senin (24/2/2025).
Baca Juga:
Susun Langkah Strategis, Pemkot Depok Siap Hadapi Penutupan TPA Overload
Dia mengatakan implementasi perlindungan kawasan hutan harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan berbagai pihak serta tetap memperhatikan aspek sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Tanpa perlindungan kolaboratif, potensi deforestasi hutan akan sulit ditekan, kehilangan hutan akan meningkatkan dampak emisi gas rumah kaca dan tentunya membuat iklim semakin tidak menentu.
Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung penuh upaya perlindungan kawasan hutan dalam berbagai bentuk. Dari tahun-tahun sebelumnya Pemprov Bengkulu mendukung upaya penanaman hutan kembali dan mencegah kehilangan hutan.
Baca Juga:
DLHK Lhokseumawe: Produksi Sampah Masyarakat Capai 100 Ton Per Hari
Berbagai program, seperti program penanaman, mengajak generasi muda mengelola hutan dengan tidak merambah hutan, meningkatkan nilai ekonomi hutan, baik dalam bentuk ekowisata maupun pengelolaan hutan masyarakat hingga program pohon asuh terus dilakukan.
Kali ini pada Hari Bakti Rimbawan, Senin, 24 Februari 2025, Pemprov Bengkulu bersama pihak terkait menggelar aksi penanaman pohon ketapang dan cemara laut di kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.
Sebagai upaya penghijauan kembali, Pemprov Bengkulu menargetkan sebanyak 2.500 batang pohon ditanam di berbagai titik di Provinsi Bengkulu.