BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu – Logika adalah cabang filsafat yang mempelajari prinsip-prinsip dan aturan-aturan pemikiran yang benar. Secara sederhana, logika adalah cara berpikir yang masuk akal dan teratur untuk mencapai kesimpulan yang tepat dan valid.
Secara etimologis ,"logika" berasal dari bahasa Yunani "logos" yang berarti perkataan, pikiran, atau akal budi.
Baca Juga:
Tradisi Filsafat Timur dan Barat
Logika bertujuan untuk membantu manusia berpikir secara benar, sistematis, dan teratur dalam mengambil keputusan atau menarik kesimpulan. Ini diperlukan agar terhindar dari sesat fikir (logical fallacy).
Dalam bidang ilmu pengetahuan dasar, logika berfungsi sebagai alat untuk menilai suatu pernyataan atau argumen dengan maksud menemukan beberapa dugaan kebenaran- berdasarkan penalaran- lalu mempertentangkan beberapa dugaan tadi untuk membentuk kesimpulan ilmiah.
Menurut sumbernya ada dua jenis logika: logika alamiah (kemampuan berpikir alami manusia) dan logika ilmiah (logika yang dipelajari dan diterapkan secara sistematis). (Sumber: binus: psychologi)
Baca Juga:
Dialektika: Dari Socrates hingga Hegel
Filsafat tanpa logika hanyalah tumpukan kata tanpa makna. Semua premis, argumen, dan teori dunia akan hancur jika tidak memiliki dasar logika yang kokoh. Sejak awal, logika menjadi tulang punggung seluruh filsafat, karena hanya dengan logika kita bisa membedakan mana yang benar, mana yang ilusi.
Namun, logika bukan sekadar kumpulan aturan kaku. Ia adalah alat berpikir yang menuntut keterampilan dan disiplin. Tanpa logika, metafisika akan jadi hayalan, epistemologi akan tersesat, etika akan kehilangan dasar, dan politik hanya akan jadi retorika kosong. Logika adalah jembatan yang menyatukan semua cabang filsafat.
Logika dalam Sejarah Filsafat