“Kami sudah memindahkan panel dari bawah ke atas. Tiangnya tetap di posisi awal karena saat itu lahannya masih kosong, belum ada warung,” jelasnya.
Namun setelah bangunan berdiri dan pemilik merasa terganggu, PLN mempertimbangkan aspek keselamatan ketenagalistrikan. Rizal menyebut telah tercapai kesepakatan dengan pemilik lahan untuk menggeser posisi tiang ke titik yang lebih aman, dengan biaya sepenuhnya ditanggung PLN.
Baca Juga:
IIMS 2026 Resmi Digelar, PLN Hadirkan Listrik Andal dan Infrastruktur EV Terintegrasi
“Kami dan pemilik lahan sepakat melakukan pergeseran tiang ke posisi lebih aman. Pemindahan itu dengan biaya dari PLN,” tegasnya.
Dua tiang listrik tersebut tetap berada di lahan milik Mustofa, namun sudah dipindahkan ke lokasi yang tidak lagi mengganggu aktivitasnya. Proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu, dengan kemungkinan pemadaman listrik sementara karena termasuk kategori tegangan menengah.
Mustofa mengaku lega dengan solusi yang dicapai. Ia menyebut ruang usahanya kini terasa lebih luas dan tidak lagi waswas dengan keberadaan tiang listrik tepat di samping warungnya.
Baca Juga:
Butuh Pasokan Listrik Sementara untuk Acara atau Proyek, Pesan lewat PLN Mobile Lebih Mudah dan Aman
“Petugas bilang warung hanya ditutup sehari saat pencopotan panel lama dan trafo. Selebihnya saya tetap bisa berjualan seperti biasa,” pungkasnya.
[Redaktur: Ramadhan HS]