BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu – Gerakan peduli lingkungan GG BERAKSI 26 yang digagas oleh Green Generation Indonesia (GGI) sukses digelar dengan melibatkan ratusan partisipan dari berbagai kalangan. Kegiatan ini menjadi respons nyata atas persoalan sampah yang kerap menumpuk di ruang publik, khususnya pasca perayaan Tahun Baru. Kegiatan ini sendiri dilaksanakan pada Kamis pagi (1/1/2026).
GG BERAKSI merupakan gerakan lingkungan yang secara konsisten mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam menjaga kelestarian alam. Tidak sekadar kampanye, kegiatan ini menekankan aksi langsung di lapangan demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Green Generation Bengkulu Gelar Aksi Bersih Pantai di Hari Pertama 2026
Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi Green Generation Bengkulu ,- dengan ketua panitia acara, Atika Y, -bersama Green Democracy Institute, yang dibina oleh Sultan Bachtiar Najamuddin, (Ketua DPD RI,). Selain itu, personel TNI dan Polri tampak ikut terlibat dalam kegiatan sebagai bagian dari koordinasi pengamanan, guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan tertib.
Pembukaan Kegiatan
Rangkaian acara diawali dengan registrasi partisipan pukul 06.30 WIB. Peserta melakukan pendaftaran melalui scan barcode yang telah disiapkan panitia, dengan setiap kelompok memiliki kode barcode yang berbeda. Setelah registrasi, peserta berbaris sesuai pembagian kelompok dan mengikuti prosesi pembukaan hingga selesai.
Baca Juga:
AHY Sambangi Bengkulu, Pastikan Generasi Muda Dapat Pendidikan Layak dan Bermutu
Pembukaan berlangsung hingga pukul 07.00 WIB dan menjadi penanda dimulainya rangkaian utama kegiatan GG BERAKSI 26.
Pelepasan Penyu dan Aksi Clean Up
Memasuki pukul 08.00 WIB, panitia mengarahkan peserta menuju lokasi Clean Up yang telah ditentukan, yakni Titik A, Titik B, dan Titik C. Setiap titik memiliki koordinator lapangan yang bertugas mengarahkan jalannya aksi bersih-bersih.
Dalam pelaksanaan Clean Up, panitia menerapkan sistem pengelolaan sampah terpilah. Setiap lima partisipan menggunakan satu trash bag, dengan ketentuan satu kantong hanya berisi satu jenis sampah. Sampah dibagi menjadi tiga kategori, yaitu sampah kayu, sampah plastik, dan sampah kaca atau beling. Seluruh perlengkapan disediakan langsung oleh panitia di masing-masing titik.
Sebelum Clean Up, dilakukan pula aksi pelepasan penyu sebagai simbol kepedulian terhadap ekosistem laut dan perlindungan satwa.
Kegiatan Clean Up berlangsung hingga pukul 10.40 WIB dan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah dari area pesisir dan ruang publik.
Ishoma dan Konsolidasi Peserta
Usai kegiatan lapangan, seluruh peserta kembali ke Titik A untuk melaksanakan istirahat, salat, dan makan (Ishoma) pada pukul 10.30–11.00 WIB. Transportasi dilakukan secara beriringan bersama panitia.
Peserta menerima snack box yang telah disiapkan, sembari panitia memberikan penjelasan terkait rangkaian kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan.
Fun Games, Audit Sampah, dan Adopsi Sampah
Rangkaian terakhir diisi dengan Fun Games dan Audit Sampah yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 11.40 WIB. Peserta kembali dibagi ke dalam Kelompok A, B, dan C sesuai titik Clean Up sebelumnya.
Setelah Fun Games, panitia mengarahkan peserta untuk mengikuti Audit Sampah, guna mengidentifikasi jenis dan jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan. Audit ini menjadi bagian penting dari edukasi lingkungan, sekaligus dasar perencanaan pengelolaan sampah ke depan, termasuk program Adopsi Sampah.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Titik A dan berlangsung dengan tertib hingga selesai.
Dorong Kesadaran dan Aksi Berkelanjutan
Melalui GG BERAKSI 26, Green Generation Indonesia menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran kolektif, khususnya di kalangan generasi muda, agar tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi nyata.
Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan aparat keamanan dalam menciptakan ruang publik yang sehat dan lestari.
[Redaktur: Ramadhan HS]