BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Seluma - Fakta baru kembali muncul dalam kasus penggerebekan oknum Camat Seluma HA (50) dan guru PPPK YR (35) di sebuah kamar kos di Desa Riak Siabun. Setelah pendalaman lapangan, WahanaNews mendapat informasi bahwa penggerebek utama dalam peristiwa itu adalah suami YR sendiri.
Video yang viral sebelumnya hanya memperlihatkan warga mengerumuni lokasi, namun sumber terpercaya memastikan bahwa suamilah yang pertama kali masuk kamar, lalu memanggil warga sekitar setelah memergoki istrinya bersama HA.
Baca Juga:
HA Resmi Dinonaktifkan Bupati Seluma
Dua Sejoli Memiliki Hubungan Keluarga, Saling Mengenal
Dari penelusuran, HA dan YR ternyata masih memiliki hubungan ipar jauh, sehingga keduanya sudah saling mengenal sejak lama. Hubungan keluarga inilah yang membuat interaksi mereka sebelumnya tidak menimbulkan kecurigaan.
“Memang mereka itu ada hubungan keluarga dari garis ipar jauh. Jadi wajar kalau sering komunikasi,” ujar seorang tokoh masyarakat yang mengetahui hubungan keduanya.
Baca Juga:
YR Terancam Pemecatan: Usai Dugaan Asusila dengan HA, Camat Air Periukan
Hal ini menguatkan dugaan bahwa kedekatan mereka bukan baru terjadi beberapa waktu terakhir, melainkan sudah terjalin cukup lama.
Hubungan Sudah Lama diendus Keluarga
Beberapa warga dan perangkat desa menyebutkan bahwa tanda-tanda kedekatan HA dan YR sudah terlihat sejak YR mulai proses administrasi PPPK.
Menurut penuturan sumber internal, HA pernah beberapa kali membantu proses administrasi dan kelengkapan berkas PPPK milik YR, termasuk rekomendasi dan dokumen pendukung.
“Pak Camat ini memang sering bantu proses pegawai di kecamatan. Untuk YR, infonya juga sempat dibantu beliau,” kata salah satu ASN yang enggan disebutkan namanya.
Bantuan ini kemudian berkembang menjadi interaksi yang semakin intens, hingga akhirnya memunculkan kecurigaan dari suami YR.
Oknum Camat Air Periukan Dikenal Agamis dan Sederhana
Warga Kecamatan Sukaraja menyebut HA selama ini dikenal berperilaku tenang, agamis, dan menjaga citra sebagai pemimpin yang alim.
Sebab itu, kejadian di kosan tersebut membuat warga terkejut.
“Kirain dak mungkin beliau. Soalnya tampilannya itu cak ke-alim, taunyo kanji nian, neman bini orang pulo” ujar seorang warga Riak Siabun.
Keterkejutan publik semakin besar setelah video penggerebekan menyebar luas di media sosial.
Yang Menggerebek Ternyata Suami YR dan Warga
Informasi lain menyebutkan bahwa suami YR sudah menaruh curiga sejak beberapa hari terakhir. Ia kemudian mengikuti pergerakan YR, hingga akhirnya memergoki keduanya di kosan perbatasan Kampung Melayu – Riak Siabun.
Begitu pintu dibuka, suami YR langsung meneriaki keduanya dan memanggil warga. HA sempat mendapat pukulan dari warga yang terpancing emosi.
Walau Berakhir Damai, Integritas Pejabat Dipertanyakan Publik
Setelah kejadian, HA dan YR dibawa ke Balai Desa Riak Siabun. Perangkat desa lalu memanggil Bhabinkamtibmas. Namun karena ini adalah kasus moral dan tidak ada delik aduan dari suami YR, perkara akhirnya diputuskan damai.
Seorang tokoh Agama, H. Basri menyebut penyelesaian damai bukan berarti kasus selesai.
“Kami menghargai damai, itu urusan mereka. Tapi pejabat publik yang digaji rakyat harus tetap diproses secara kedinasan,” ujarnya
[Redaktur: Ramadhan HS]