Bengkulu.WahanaNews.co, Kota Bengkulu - Provinsi Bengkulu memaksimalkan program Gerakan Rafflesia Menanam untuk mengatasi potensi inflasi yang terjadi pada triwulan III dan IV 2024.
"Penerbitan surat edaran kepala daerah untuk Gerakan Rafflesia Menanam di sekolah, PKK, KWT, termasuk pelaku perkebunan sawit," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu sekaligus bagian TPID Bengkulu Darjana di Bengkulu, Jumat (10/5/2024).
Baca Juga:
Pemkab Kotabaru Gelar Pasar Murah untuk Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri 1446 H
Dia mengatakan gerakan tersebut nantinya membangun kemandirian masyarakat untuk tidak ketergantungan terhadap komoditas yang dijual di pasaran.
"Jadi sudah ada bawang, cabai di rumah, dan beberapa jenis komoditas lainnya, tentu pasokan di pasaran tidak akan terbebani lagi dan harga menjadi lebih stabil," kata dia.
Tidak hanya itu, TPID Provinsi Bengkulu juga menyiapkan rencana aksi pemanfaatan "bangsal storage cabai" dan gawang guna memenuhi ketersediaan pasokan dua komoditas yang ikut menyumbang cukup tinggi terhadap andil inflasi Bumi Rafflesia tersebut.
Baca Juga:
Deflasi Kalimantan Utara Februari 2025 Capai -0,17%, Lebih Rendah dari Januari
TPID juga segera mereplikasi Toko Pangan Ado Galo (toko pangan serba ada) sebagai sarana stabilisasi harga peningkatan pasar murah. Sebelumnya, TPID bersama pemerintah daerah setempat sudah merealisasikan Toko Pangan Ado Galo yang ditempatkan di pasar tradisional di Kota Bengkulu.
"Berikutnya segera dibangun di Ipuh Kabupaten Mukomuko, toko pangan ini disuplai oleh Bulog dan UMKM binaan," kata Darjana.
Selanjutnya, Bank Indonesia juga mengembangkan pertanian klaster untuk meningkatkan produksi bahan pangan khususnya bahan pokok yang ikut mendorong inflasi Bengkulu.