"Pada pukul 11.20 WIB ibu-ibu penolak tambang ini di angkut paksa dan tenda dirubuhkan oleh aparat," lanjutnya.
Ibrahim menilai, sikap represif yang dilakukan oleh aparat tersebut juga menunjukkan sikap Bupati Seluma yang tak berpihak kepada rakyat.
Baca Juga:
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Sorotan Media Asing, Tulis Ini!
"Hari ini Bupati Seluma menunjukkan posisinya terhadap rakyat! Perjuangan ibu-ibu penolak tambang pasir besi di Desa Pasar Seluma, Bengkulu dijawab bupati dengan tindakan represi!" Ujarnya.
"Dengan ini kami meminta dukungan solidaritas kawan-kawan semua untuk mengirim pesan kepada jajaran Pemkab dan Kapolres Seluma untuk melepaskan kawan kawan yang ditangkap paksa oleh Aparat Kepolisian," imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Sudarno menyebut mediasi antara Pemda dan masyarakat sudah dilakukan. Mediasi melibatkan kepala desa, camat dan Pemda Seluma.
Baca Juga:
Dampak El Nino Ekstrem dan Buruknya Tata Kelola, WALHI Ungkap 11 Ribu Titik Panas di RI
"Tapi masyarakat tetap tidak mau meninggalkan lokasi, sehingga pemda minta ke polres agar dilakukan pembubaran," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (27/12).
Sudarno menyangkal tuduhan tindakan represif aparat terhadap warga. Ia menyebut pembubaran dilakukan dengan kondusif.
Terkait penangkapan, Sudarno mengaku belum bisa memastikan nama-nama yang ditangkap kepolisian, termasuk staf Walhi.