Inferensi: langkah logis yang menghubungkan premis ke kesimpulan ("karena Socrates manusia dan semua manusia fana, maka Socrates fana").
Dalam praktik logika formal, kerangka ini diwujudkan melalui silogisme (dua premis satu kesimpulan), serta aturan inferensi klasik seperti:
Baca Juga:
Tradisi Filsafat Timur dan Barat
Modus Ponens: "Jika A, maka B. A benar. Maka B benar."
Modus Tollens: "Jika A, maka B. B salah. Maka A salah."
Kerangka ini memastikan penalaran tidak sekadar retorika, tetapi mengikuti struktur yang dapat diuji secara universal-baik di Barat maupun dalam tradisi logika Islam. Oxford University Press menyebut argumen sebagai "the connective tissue of thought"-jaringan penghubung yang memastikan akal tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memahami maknanya.
Baca Juga:
Dialektika: Dari Socrates hingga Hegel
3. Kesimpulan: Puncak Penalaran dan Uji Kebenaran
Kesimpulan (conclusio, dari Latin concludere: menutup, merangkum) adalah hasil dari proses logika. Ia tidak sekadar penutup diskusi, tetapi uji terakhir apakah premis dan argumen telah berfungsi dengan benar.
Aristoteles menegaskan: