Dalam pelaksanaan Clean Up, panitia menerapkan sistem pengelolaan sampah terpilah. Setiap lima partisipan menggunakan satu trash bag, dengan ketentuan satu kantong hanya berisi satu jenis sampah. Sampah dibagi menjadi tiga kategori, yaitu sampah kayu, sampah plastik, dan sampah kaca atau beling. Seluruh perlengkapan disediakan langsung oleh panitia di masing-masing titik.
Sebelum Clean Up, dilakukan pula aksi pelepasan penyu sebagai simbol kepedulian terhadap ekosistem laut dan perlindungan satwa.
Baca Juga:
FSBJ Turun Tangan, Doner Gultom Bongkar Dugaan Kejanggalan Proyek Batching Plant PT Adhipati Bangun Nagara
Kegiatan Clean Up berlangsung hingga pukul 10.40 WIB dan berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah dari area pesisir dan ruang publik.
Ishoma dan Konsolidasi Peserta
Usai kegiatan lapangan, seluruh peserta kembali ke Titik A untuk melaksanakan istirahat, salat, dan makan (Ishoma) pada pukul 10.30–11.00 WIB. Transportasi dilakukan secara beriringan bersama panitia.
Baca Juga:
Kasus Kebocoran PAD Rp147 Miliar, Eks Wali Kota Bengkulu Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara
Peserta menerima snack box yang telah disiapkan, sembari panitia memberikan penjelasan terkait rangkaian kegiatan lanjutan yang akan dilaksanakan.
Fun Games, Audit Sampah, dan Adopsi Sampah
Rangkaian terakhir diisi dengan Fun Games dan Audit Sampah yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 11.40 WIB. Peserta kembali dibagi ke dalam Kelompok A, B, dan C sesuai titik Clean Up sebelumnya.