Setelah kejadian tersebut, Kementerian Kesehatan RI menurunkan Tim Kelompok Kerja Vektor Demam Berdarah Dengue ke Kabupaten Mukomuko untuk mengumpulkan data dan informasi terkait dugaan satu keluarga meninggal dunia akibat DBD.
Pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo mengatakan pihak Kemenkes RI ke Mukomuko turun ke Mukomuko karena ada kejadian luar biasa (KLB) di daerah ini, yakni satu keluarga meninggal dunia yang diduga akibat DBD.
Baca Juga:
Kolaborasi UI-Tsinghua Diperkuat, Pemerintah Targetkan Vaksin Dengue Buatan Indonesia
Meskipun hasil pemeriksaan medis di daerah ini, hanya satu dari empat orang dalam satu keluarga di daerah yang meninggal tersebut positif DBD, tim ini menilai kejadian di daerah itu KLB.
Sejauh ini tim telah menilai kejadian di daerah ini KLB karena ada kasus kematian beserta keluhannya. Tim menganggap KLB karena ada kematian dalam satu keluarga akibat DBD tetapi belum sempat terperiksa.
Pencegahan penularan
Baca Juga:
Kemenkes: Indonesia Masih Hadapi Beban Dengue Tertinggi di Asia Tenggara
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Kesehatan melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit DBD terutama di wilayah Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto.
Untuk itu, petugas Dinas Kesehatan
melakukan tes cepat massal di lokasi yang ditemukan kasus DBD, guna mengantisipasi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.