Inflasi sepanjang Januari-Oktober 2024 dicatat sebesar 0,30 persen (ytd), hal itu terjadi karena Bengkulu mengalami tren deflasi selama lima bulan berturut-turut Juni-Oktober 2024.
Namun, Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu menyatakan tren deflasi itu bukanlah merupakan indikasi kelesuan ekonomi.
Baca Juga:
Pemkab Kotabaru Gelar Pasar Murah untuk Kendalikan Inflasi Jelang Idul Fitri 1446 H
"Data deflasi itu masih bagus untuk ekonomi, dalam angka deflasi Bengkulu ini ada keseimbangan, ada sebagian komoditas yang bergerak naik, dan ada sebagian sebagian komoditas yang bergerak turun, ini artinya tidak perlu terlalu khawatir berpikir ini jangan-jangan kelesuan ekonomi, tidak," kata Win Rizal.
[Redaktur: Amanda Zubehor]