Awalnya NIM tak mempercayai kabar tersebut. Ia kemudian mencari kebenaran hingga akhirnya meminta penjelasan langsung kepada AW pada 2 November 2025. Dari pengakuan sang suami, kabar tersebut terbukti benar.
“Semuanya disembunyikan dari saya. Tidak ada keluarga suami yang hadir di pernikahan itu. Mereka sama-sama PPPK dan bekerja di kantor yang sama,” ungkap NIM.
Baca Juga:
Lebih menyakitkan, menurut NIM, AW berdalih menikah lagi karena IRH telah hamil dan mengaku tidak akan mendapatkan izin jika mengajukan poligami secara terbuka.
Merasa dikhianati, NIM memilih mengalah dan hanya meminta agar perpisahan dilakukan secara baik-baik serta adat pernikahan diselesaikan sesuai janji. Namun hingga kini, janji penyelesaian adat yang dijanjikan pada November 2025 tak pernah terealisasi.
Merasa malu dan terpukul karena keluarga besarnya ikut terdampak, NIM akhirnya memilih membuka persoalan ini ke publik. Ia mengaku tengah mempertimbangkan langkah hukum, termasuk kemungkinan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.
Sementara itu, AW yang dikonfirmasi secara terpisah hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi.
[Redaktur: Ramadhan HS]