Saya rasa ini harus menjadi perhatian Pemda untuk bisa membuat kebijakan agar dua perkara itu yakni narkotika dan asusila bisa ditekan," kata Jon Sarman Saragih, Rabu (23/3).
Ia mengungkapkan, tahun 2022 ada 112 perkara yang ditangani PN Bengkulu.
Baca Juga:
Kasus Penipuan Prakerin, Dekan Fakultas Hukum Unihaz Bengkulu Dinonaktifkan
Di urutan pertama 65 perkara narkotika menyusul 20 perkara asusila dan pencabulan di urutan kedua. Sisanya didominasi pencurian dan lain-lain.
Ia memberikan saran agar pemerintah membuat program yang dapat menekan tingginya laju aksi asusila terutama menjadikan anak bawah unur sebagai korban.[gab]