BENGKULU.WAHANANEWS.CO, Kota Bengkulu - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) menyatakan bahwa sebanyak 1.334 desa di Provinsi Bengkulu telah memanfaatkan dana desa tahap pertama dengan total realisasi anggaran mencapai Rp160,39 miliar.
"Hingga per 12 Juni 2026, penyaluran dana desa tahap I di Provinsi Bengkulu telah mencapai Rp160,39 miliar yang disalurkan ke rekening 1.334 desa dari total 1.341 desa yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardhana di Kota Bengkulu, Minggu (14/6/2026).
Baca Juga:
Majelis Hakim Tipikor Bengkulu Vonis Eks Gubernur Rohidin 10 Tahun Penjara
Dengan realisasi penyaluran anggaran dana desa tahap pertama yang mencapai 99,47 persen tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan dari total jumlah desa dari total pagu Dana Desa (DIPA) Provinsi Bengkulu tahun 2026 yang berjumlah Rp377,08 miliar.
Irfan menerangkan terdapat tujuh wilayah yang penyaluran dana desa tahap pertama mencapai 100 persen yaitu Kabupaten Bengkulu Utara 215 desa dengan Rp26,22 miliar, Kabupaten Bengkulu Selatan 142 desa dengan Rp17,05 miliar.
Selanjutnya, Kabupaten Seluma sebanyak 182 desa dengan realisasi Rp21,55 miliar, Kabupaten Kaur 192 desa dengan Rp21,06 miliar, Kabupaten Mukomuko 148 desa dengan Rp18,71 miliar, Kabupaten Kepahiang yaitu 105 desa dengan realisasi Rp13,34 miliar, dan Kabupaten Bengkulu Tengah 142 desa dengan Rp16,94 miliar.
Baca Juga:
Polisi Selidiki Tragedi Kapal Wisata Tenggelam di Bengkulu
Di sisi lain, terdapat tujuh desa yang belum menyalurkan alokasi dana desa yaitu satu desa di Kabupaten Rejang Lebong dan enam desa di Kabupaten Lebong.
Untuk itu, lanjut Irfan, Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu terus mendorong dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah terkait guna menggerakkan sektor rill dan menjaga daya beli masyarakat khususnya di desa.
"Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu menekankan bahwa percepatan penyaluran dana desa ini dirancang untuk memberikan efek ganda secara langsung pada sektor riil di masyarakat Bengkulu, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini," terang dia.
Sebab, banyak desa yang telah memanfaatkan dana desa tahap pertama seperti menjaga daya beli melalui bantuan langsung tunai (BLT) desa, menciptakan lapangan kerja lokal, pembangunan infrastruktur desa seperti jalan usaha tani, irigasi, dan jembatan difokuskan menggunakan skema swakelola dan lainnya.
"Dana Desa adalah instrumen fiskal APBN yang fungsinya menjadi penggerak perekonomian desa. Dengan tersalurnya Rp160,39 miliar di pertengahan tahun ini, kita memastikan bahwa denyut nadi ekonomi, mulai dari petani, kuli bangunan desa, hingga pedagang kecil, terus berdetak kuat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh Pemerintah Kabupaten yang telah bekerja keras mempercepat proses penyaluran ini," jelas Irfan.
[Redaktur: Amanda Zubehor]