Seimbang dan bertanggung jawab, tol ini diharapkan menjadi simbol kemajuan yang berkelanjutan dan inklusif bagi Provinsi Bengkulu.
Kendala pembangunan
Baca Juga:
APBN Alokasikan Rp3,4 Triliun untuk Program Cek Kesehatan Gratis Masyarakat
Meski dihadapkan pada tantangan pandemi COVID-19, pembangunan tol Bengkulu-Sumsel tetap berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat oleh PT Hutama Karya Infrastruktur.
Proyek ini mencerminkan komitmen pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mendorong infrastruktur sebagai pilar ekonomi nasional.
Pembangunan tol seksi pertama, Bengkulu-Taba Penanjung, telah selesai dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Juli 2023. Namun, kesulitan terjadi pada seksi kedua Taba Penanjung-Kepahiang dan seksi ketiga Kepahiang-Lubuk Linggau dan ruas penghubung berikutnya.
Baca Juga:
Pasar Modal, Krisis Politik Ekonomi dan Kebijakan: Analisis Prof. Didik J. Rachbini
Pembangunan tol ini menghadapi kendala finansial dan prioritas, terutama karena proyek Bengkulu-Palembang dikeluarkan dari Proyek Strategis Nasional.
Direktur Utama PT Hutama Karya Infrastruktur, Budi Harto, menekankan bahwa prioritas utama adalah pembangunan jalur utama, memerlukan investasi besar, terutama untuk pembangunan terowongan di Bukit Barisan.
Keterhubungan banyak kota di Sumatera akan sangat membantu percepatan pembangunan, tetapi tergantung pembiayaan dari pemerintah.