Menurut Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, jalur tol feeder dari jalur timur membelah Bukit Barisan menuju barat di tol sirip ke Padang dan Bengkulu akan memainkan peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, masyarakat setempat perlu bersabar mengingat proses pembangunan yang memerlukan waktu.
Dengan terhubungnya jalur sirip ini dengan jalur tol lintas Sumatera di jalur timur, akan memunculkan potensi peningkatan peluang pertumbuhan ekonomi yang signifikan.
Baca Juga:
APBN Alokasikan Rp3,4 Triliun untuk Program Cek Kesehatan Gratis Masyarakat
Kehadiran tol Bengkulu, bukan hanya menandai kemajuan infrastruktur, tetapi juga membuka lembaran baru dalam narasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Sumatera.
Di bagian timur Sumatera, pelabuhan tidak besar dan sebagian besar pelabuhan terletak di sungai dan rawa-rawa.
Oleh karena itu, fokusnya adalah menghubungkan jalur tol yang ada di daerah sirip-sirip, seperti Padang dan Bengkulu ke jalur utama (di jalur timur Sumatera yang berupa arteri dan tol).
Baca Juga:
Pasar Modal, Krisis Politik Ekonomi dan Kebijakan: Analisis Prof. Didik J. Rachbini
Pembangunan tol ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata serta menghubungkan daerah yang saat ini memiliki akses terbatas.
Pertumbuhan ekonomi
Proyek tol tampaknya tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur, tetapi juga membawa harapan bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial yang lebih dinamis.