Sebab, banyak desa yang telah memanfaatkan dana desa tahap pertama seperti menjaga daya beli melalui bantuan langsung tunai (BLT) desa, menciptakan lapangan kerja lokal, pembangunan infrastruktur desa seperti jalan usaha tani, irigasi, dan jembatan difokuskan menggunakan skema swakelola dan lainnya.
"Dana Desa adalah instrumen fiskal APBN yang fungsinya menjadi penggerak perekonomian desa. Dengan tersalurnya Rp160,39 miliar di pertengahan tahun ini, kita memastikan bahwa denyut nadi ekonomi, mulai dari petani, kuli bangunan desa, hingga pedagang kecil, terus berdetak kuat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh Pemerintah Kabupaten yang telah bekerja keras mempercepat proses penyaluran ini," jelas Irfan.
Baca Juga:
Majelis Hakim Tipikor Bengkulu Vonis Eks Gubernur Rohidin 10 Tahun Penjara
[Redaktur: Amanda Zubehor]